Diduga Alih Fungsi, Wisata Wiralaga Mesuji Jadi Tempat Parkir dan Penyeberangan Alat Berat

MESUJI, LAMPUNG – Kondisi Objek Wisata Wiralaga di Kabupaten Mesuji, Lampung, kembali menjadi sorotan publik. Wisata yang dibangun menggunakan uang negara itu diduga telah beralih fungsi menjadi lahan parkir dan tempat penyeberangan alat berat.
‎
‎Sangat disayangkan, destinasi yang seharusnya menjadi ikon wisata daerah justru dimanfaatkan untuk aktivitas di luar peruntukannya. Padahal persoalan tata kelola wisata Wiralaga sudah kerap diberitakan media online, namun hingga Rabu (24/9/2026) belum terlihat adanya perbaikan.

‎Dugaan alih fungsi ini diperkuat dengan beredarnya postingan di media sosial. Akun berinisial AB mengunggah aktivitas penyeberangan kendaraan milik petinggi PT Prime Agri Resources antar provinsi, dari Sumatera Selatan menuju Lampung melalui kawasan wisata tersebut.
‎
‎Masyarakat pun mempertanyakan kejelasan fungsi dan pengelolaan Wisata Wiralaga. Bahkan, muncul dugaan lokasi tersebut menjadi sarang pungutan liar (pungli).
‎
‎Warga menyebut adanya tarikan liar terhadap setiap perahu taksi atau ojek perahu (otok) yang menyeberang. Setiap motor yang menyeberang dan datang dikenakan biaya sebesar Rp 500.000/motor.
‎
‎Tak hanya itu, untuk parkir kendaraan warga dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, juga dikenakan tarif Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per mobil.
‎
‎”Kemana uang hasil penarikan parkir dan penyeberangan itu? Apakah masuk ke Kas Daerah (PAD) atau tidak? Kami ingin kejelasan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Mesuji dan pihak pengelola Wisata Wiralaga untuk keberimbangan informasi. (Red)
‎

By ferdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *